Masa Pembentukan Hadis

Editor: BinaMualaf.com author photo
Foto Ilustrasi
 Hadis sebagai kitab berisi berita tentang sabda, perbuatan dan sikap Nabi Muhammad sebagai Rasul. Berita tersebut didapat dari para sahabat pada saat bergaul dengan Rasulullah SAW. Berita itu selanjutnya disampaikan kepada sahabat lain yang tidak mengetahui berita itu, atau disampaikan kepada murid-muridnya dan diteruskan kepada murid-murid berikutnya lagi hingga sampai kepada pembuku hadis. 
 
Berdasarkan periwayatnya, terdapat beberapa istilah yang dijumpai pada ilmu hadis, antara lain Muttafaq Alaih (disepakati atasnya) yaitu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari sumber sahabat yang sama, dikenal dengan hadis Bukhari dan Muslim. Kemudian, As-Sab'ah berarti tujuh perawi yaitu: Imam Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Turmudzi, Imam Nasa'i dan Imam Ibnu Majah, As-Sittah maksudnya enam perawi yakni mereka yang tersebut di atas selain Ahmad bin Hambal (Imam Ibnu Majah), Al-Khamsah maksudnya lima perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Imam Bukhari dan Imam Muslim, Al-Arba'ah maksudnya empat perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari dan Imam Muslim, serta Ats-Tsalatsah maksudnya tiga perawi yaitu mereka yang tersebut di atas selain Ahmad, Imam Bukhari, Imam Muslim dan Ibnu Majah.

Adapun pembentukan hadis di masa kerasulan Nabi Muhammad SAW yakni lebih kurang 23 tahun. Pada masa ini, hadis belum ditulis, dan hanya berada dalam benak atau hafalan para sahabat saja. Periode itu disebut al wahyu wa at takwin. Pada saat itu, Nabi Muhammad SAW sempat melarang penulisan hadis agar tidak tercampur dengan periwayatan Al Qur'an. Namun, beberapa waktu berselang Rasulullah SAW membolehkan penulisan hadis dari beberapa orang sahabat yang mulia, seperti Abdullah bin Mas'ud, Abu Bakar, Umar, Abu Hurairah, Zaid bin Tsabit, dan lainnya. Periode ini dimulai sejak Muhammad diangkat sebagai nabi dan rasul hingga wafat, sekira tahun 610 Masehi-632 Masehi.

Selanjutnya, masa penggalian, yakni zaman para sahabat besar dan tabi'in yang dimulai sejak wafatnya Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriah atau sekira 632 Masehi. Pada masa ini hadis belum ditulis ataupun dibukukan, kecuali yang dilakukan beberapa sahabat seperti Abu Hurairah, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Abdullah bin Mas'ud, dan lainnya.

Seiring dengan perkembangan dakwah, mulai bermunculan persoalan baru umat Islam yang mendorong para sahabat saling bertukar hadis dan menggali dari sumber-sumber utamanya.

Kemudian, masuk zaman penghimpunan, ditandai dengan sikap para sahabat dan tabi'in menolak menerima hadis baru, seiring terjadinya tragedi perebutan kedudukankekhalifahan yang bergeser ke bidang syari'at dan akidah dengan munculnya hadis palsu. Para sahabat dan tabi'in sangat mengenal pihak-pihak yang melibatkan diri dan terlibat dalam permusuhan, sehingga jika ada hadis baru, diteliti secermat-cermatnya sumber dan pembawa hadis itu. Maka pada masa pemerintahan Khalifah 'Umar bin 'Abdul 'Aziz sekaligus sebagai salah seorang tabi'in memerintahkan penghimpunan hadis. Masa ini terjadi pada abad 2 Hijriah, dan hadis yang terhimpun belum dipisahkan mana hadis marfu', mauquf dan maqthu'.

Pada abad 3 Hijriah  merupakan masa pendiwanan (pembukuan) dan penyusunan hadis. Guna menghindari salah pengertian bagi umat Islam dalam memahami hadis sebagai prilaku Nabi Muhammad SAW, maka para ulama mulai mengelompokkan hadis dan memisahkan kumpulan hadis yang termasuk marfu' (berisi prilaku Nabi Muhammad), mauquf (berisi prilaku sahabat) dan maqthu' (berisi prilaku tabi'in). Usaha pembukuan hadis pada masa ini, selain telah dikelompokkan juga dilakukan penelitian Sanad dan Rawi-rawi pembawa beritanya sebagai wujud tash-hih (koreksi/verifikasi) atas hadis yang ada maupun dihafal.

Selanjutnya pada abad 4 H, usaha pembukuan hadis terus dilanjutkan hingga dinyatakannya bahwa pada masa ini telah selesai melakukan pembinaan maghligai hadis. Di abad 5 Hijriah dan seterusnya adalah masa memperbaiki susunan kitab hadis seperti menghimpun yang berserakan untuk memudahkan mempelajarinya dengan sumber utamanya kitab-kitab hadis abad ke-4 Hijriyah. Fey/Berbagai sumber
Share:
Komentar

Berita Terkini